Masa Implantasi Yang Terjadi Pada Wanita Hamil

Masa implantasi mungkin masih sedikit asing bagi telinga orang awam. Masa implantasi merupakan salah satu tahapan dalam proses kehamilan. Berbagai proses perkembangan dan perubahan juga dialami oleh tubuh seorang wanita pada masa ini. Penting bagi seorang wanita untuk mengetahui dan memahami masa ini. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca sedikit ulasan berikut;

1. Proses Implantasi

Zigot dalam tubuh wanita mencapai cavum uteri pada akhir minggu pertama, yaitu pada hari ke lima sampai hari ke tujuh. Pada masa ini, uterus sedang mengalami fase sekresi lender yang dipengaruhi oleh progesterone dari korpus luteum yang aktif. Kemudian, lapisan lendometrium pada dinding rahim menjadi kaya akan pembuluh darah. Proses ini membuat banyak muara kelenjar pada selaput rahim menjadi terbuka dan aktif. Pada saat itu, kontak yang terjadi antara zigot stadium blastokista dengan dinding rahim akan menyebabkan berbagai reaksi seluler. Berbagai reaksi tersebut menyebabkan sel-sel trofobas zigot menempel sehingga dapat mengadakan infiltrasi dalam lapisan epitel endometrium uterus. Proses penempelan inilah yang disebut sebagai proses implantasi.

2. Implantasi

Pada masa implantasi, sel telur yang sudah dibuahi disebut blastocyst. Blastocyst merupakan cluster yang berisi cairan 50 sampai 60 sel. Cairan tersebut akan masih terus berlipat-lipat jumlahnya secara cepat. Implantasi blastokista akan terjadi pada hari ke-lima sampai hari ke-delapan dari perkembangan embrio dalam rahim wanita. Blastokista akan melepaskan hormon chorionic gonadotropin (hCG) pada saat blastokista ditanamkan dalam dinding rahim. hormon chorionic gonadotropin (hCG) akan terlepas bebas dalam aliran darah seorang wanita. Kemudian, kadar hormon hCG inilah yang akan memberikan sinyal agar bisa mendeteksi kehamilan.

Hormon hCG pada awalnya bertingkat rendah, namun akan meningkat secara signifikan pada hari-hari berikutnya. Pada saat tingkat hormon hCG meningkat barulah bisa didapatkan sinyal-sinyal kehamilan. Tentunya, Anda bisa mengeceknya dengan tes urine atau darah. Selain itu, sinyal-sinyal hormon hCG akan membuat lapisan rahim tetap menebal dan tidak luruh seperti saat datang bulan. Berbagai gejala-gejala implantasi juga akan muncul pada masa implantasi.

3. Pendarahan Implantasi

Saat Pendarahan trimester pertama umumnya dialami oleh seorang wanita pada masa kehamilan. Pendarahan implantasi ini berbeda dengan pendarahan yang terjadi seperti saat seorang wanita mengalami datang bulan. Agar bisa membedakannya, pendarahan bisa dikenali dari kapan terjadinya, tingkat rasa sakit saat pendarahan, warna darah dan volume pendarahan. Pendarahan implantasi biasanya terjadi pada 1 sampai 2 minggu setelah pembuahan dan mendekati siklus datang bulan. Namun, ini akan sedikit membingungkan bila siklus menstruasi seorang wanita tidalklah lancar. Namun, Anda juga bisa mengenali pendarahan implantasi dari warna, dan volume darah.

Pendarahan pada saat haid biasanya berjumlah banyak dan berwarna merah segar. Namun, pendarahan implantasi biasanya berwarna lebih gelap. Hal ini disebabkan karena darah lebih lambat berjalan melalui vagina. Jumlah pendarahan pun sedikit dan pendarahan pun hanya dialami dalam beberapa hari saja. rasa sakit dan nyeri yang dialami pun tidak sesakit saat datang bulan. Selain itu, pendarahan implantasi juga diiringi dengan kram ringan.

Itulah sedikit ulasan dan penjelasan mengenai masa implantasi yang terjadi pada tubuh seorang wanita. Ini menjadi salah satu tanda bagi wanita bahwa dirinya memang benar-benar positif hamil. Selain itu, Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kehamilan Anda. Semoga ulasan diatas dapat membuka wawasan Anda, khususnya bagi para calon ibu untuk lebih memahami masa kehamilan. Sebab, masa kehamilan adalah salah satu masa penting dalam fase kehidupan seorang wanita.